Tampilkan postingan dengan label Hikmah Utama Puasa Ramadan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah Utama Puasa Ramadan. Tampilkan semua postingan

10 HAL YANG TIDAK DIKETAHUI DUNIA BARAT SOAL PUASA

 

Tidak semua masyarakat barat paham soal ibadah puasa di kalangan Muslim. Berikut 10 daftar hal yang tidak diketahui oleh dunia Barat soal ibadah puasa di bulan Ramadhan, seperti dilansir dari time.com,
1. Tidak Merokok dan Berhubungan Badan

Ibadah puasa bagi setiap Muslim tidak sebatas menahan lapar dan haus tetapi juga kebiasaan lain seperti merokok atau berhubungan suami istri. Hal lain yang tidak diketahui, selama Ramadhan, jalan-jalan kota besar di dunia Islam akan diisi penuh makanan dan kebahagiaan hingga larut Malam.


2. Kurma

Tradisi berbuka antar negara Islam berbeda satu dengan yang lain. Namun, Nabi Muhammad SAW memberikan teladan dengan menyarankan berbuka dengan air tawar, roti, dan kurma. Dengan demikian, kurma telah identik dengan Ramadhan.


Berbicara kurma, ada kisah menarik yang tidak diketahui dunia Barat. Ada sebuah kebiasaan, bagi masyarakat Timur Tengah, memberi nama kurma dengan nama yang mudah diingat. Tahun 2009 lalu, pedagang Lebanon menjual kurma dengan nama Hassan Nasrallah sebagai daya tarik. Hassan Nasrallah, merupakan pemimpin Hizbullah yang dibunuh Israel. Tahun 2009, pedagang kurma Mesir menyebut kurma dengan "Obama." atau "Tahrir Square".


3. Nama Ramadhan

Nama Ramadhan merupakan favorit orang tua dari keluarga Muslim. Tak heran, ada banyak ribuan nama Ramadhan, bahkan merupakan yang populer di dunia Islam pada tahun 1990-an.Bahkan popularitas nama Ramadhan naik semenjak tahun 2005. Berbeda dengan Nasrani, yang jarang mengabadikan perayaan Paskah sebagai nama anak-anak mereka.


4. Pengecualian Puasa

Meski bersifat wajib, ada pengecualian menurut Alquran seperti orang yang sakit, lanjut usia, bepergian, hamil atau menyusui, serta anak-anak di bawah usia pubertas.Selain itu, ada pengecualian lain seperti pendarahan menstruasi atau pasca-melahirkan, muntah yang disengaja dan, tentu saja, melanggar aturan puasa dengan makan atau minum.


5. Puasa Sunni dan Syiah

Setelah berpuasa sehari penuh, Muslim Sunni akan berbuka puasa setelah azan Magrib berkumandang. Sementara, Syiah menunggu lebih lama, percaya bahwa puasa mereka sempurna apabila berbuka ketika cahaya matahari telah lenyap di balik cakrawala.


6. Tanggal 1 Ramadhan Selalu Berubah

Penentuan 1 Ramadhan didasarkan pada kalender lunar, yang diawali dengan melihat kedatangan bulan baru atau hilal. Sementara jumlah hari dari kelendar bulan dan Matahari berbeda 11 hari. Lantaran itu, bila kalender bulan dikonversi menjadi kalender matahari, maka penentuan satu Ramadhan tidak akan sama setiap tahunnya.


7. Rating Tinggi

Ramadan adalah sumber pemasukan iklan bagi televisi.Dengan hanya memproduksi satu acara, jutaan dollar dari iklan akan masuk. Menurut sebuah surat kabar Saudi, Alriyadh, produksi acara turun 35 persen akibat pergolakan Timur Tengah.


8. Puasa Selain Ramadhan

Ibadah puasa tidak hanya dikenal dalam ajaran Islam. Dalam kepercayaan Yahudi dan Nasrani juga dikenal ibadah puasa. Yang membedakan ibadah puasa diantara agama samawi adalah teknis.


9. Diet

Puasa merupakan pola diet yang sempurna. Namun, kesempurnaan diet itu tergantung dari aktivitas Muslim. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk minum air putih, makan makanan penuh buah-buahan, sayuran dan protein, dan bangun setiap pagi untuk makan sahur, yang terjadi sebelum matahari terbit.


10. Perbanyak Amal

Ibadah puasa merupakan momentum untuk memperbanyak amalan sosial. Sudah menjadi tradisi setiap Muslim untuk memberikan makanan berbuka kepada mereka yang tidak mampu. Disamping itu, setiap Muslim juga memberikan kebutuhan dasar seperti gula, minyak, beras, dan teh sebelum hari pertama Ramadhan.

Hikmah Utama Puasa Ramadan

 

 

BULAN Ramadan telah datang menghampiri kita. Bulan Ramadan adalah bulan yang diliputi rahmat dan ampunan Allah SWT. Di bu lan suci ini, kaum Muslim diwajibkan men jalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Ibadah puasa Ra madan merupakan ibadah wajib yang ada di dalam rukun Islam de ngan menahan rasa la par dan dahaga serta hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar di timur hingga terbenam matahari di barat. Ibadah puasa Ramadan memiliki hikmah utama berupa peningkatan ketakwaan kita sebagai hamba Ilahi Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelum kamu agar kamu menjadi orangorang yang bertaqwa.” (QS 2: 183).
Takwa adalah buah yang diharapkan dan dihasilkan dari menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Hal itu akan menjadi perisai bagi kita agar tidak terjatuh ke dalam lembah kemaksiatan dan kehinaan. Takwa merupakan tujuan paripurna dari ibadah puasa yang termanifestasi dalam beragam aktivitas dengan segala hikmah yang dikandungnya. Paling tidak ada enam hikmah utama yang dapat kita peroleh dari menjalankan ibadah puasa Ramadan. Pertama, ibadah puasa Ramadan melatih ketahanan rohani manusia untuk dapat mengendalikan hawa nafsu. Apabila seseorang sudah memiliki ketahanan rohani yang baik, maka ia akan dengan mudah menghadapi berbagai tantangan hidup dengan tetap berpijak pada jalan yang benar dan terjauh dari menghalalkan segala cara. Kedua, ibadah puasa Ramadan mendidik manusia untuk berlaku sabar.
Perilaku sabar ini akan berkontribusi pada penguatan daya tahan rohani kita sebagai hamba Allah SWT dalam menjalani kehidupan ini baik dalam konteks hubungan sesama manusia (hablun minannas) maupun hubungan dengan Allah (hablun minallah). Ketiga, memperkuat etos kerja. Ibadah puasa yang sungguh- sungguh dilakukan atas dasar keimanan pasti dilandaskan pada kesadaran dan keinginan untuk menggapai ridha Allah SWT. Apabila sikap itu terus dipelihara dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari hidup kita, maka tentu akan berdampak pada penguatan etos kerja kita sehari-hari dalam rangka mencapai cita-cita duniawi yang diridhai Allah SWT. Keempat, meningkatkan rasa syukur terhadap nikmat Allah SWT. Kesadaran manusia untuk bersyukur terhadap suatu nikmat Tuhan akan terjadi apabila nikmat itu hilang dan kemudian dapat diperoleh kembali.
Saat menunaikan ibadah puasa Ramadhan kita untuk sementara waktu kehilangan berbagai nikmat duniawi, seperti makan dan minum. Ketika waktu berbuka puasa tiba kita kemudian tersadar sepenuhnya arti nikmat tersebut. Kelima, melalui ibadah puasa Ramadan kita dapat meningkatakan kesadaran untuk berperilaku displin. Keteraturan waktu saat sahur dan berbuka puasa merupakan perwujudan dari hal itu. Keenam, ibadah puasa Ramadan juga membawa manfaat bagi kesehatan jasmani kita. Sebagaimana hasil riset di dunia kesehatan selama ini perut merupakan salah satu sumber utama datangnya penyakit. Apabila perut kita terus disesaki makanan secara berlebihan, maka lambat laun akan muncul penyakit. Puasa memberi jeda bagi organ tubuh (perut) untuk memfilter makanan yang berpotensi mendatangkan penyakit dan mengolah yang lainnya menjadi vitamin yang menyehatkan.
Dengan menunaikan ibadah puasa Ramadan pula, pola makan kita pun menjadi lebih tertata sehingga organ pencernaan memiliki waktu istirahat yang relatif cukup panjang. Dalam jangka panjang hal itu sangat baik bagi kelangsungan kesehatan kita. Terkait hal ini, Allah SWT berfirman, “Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan. Sesung guhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS 7: 31). Demikian enam hikmah utama yang dapat kita peroleh dari menunaikan ibadah puasa Ramadan. Semoga pemahaman akan hikmah puasa tersebut mendorong kita semua kaum Muslim untuk lebih bersungguh- sungguh dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan tahun ini. (*)